Selasa, 09 Oktober 2012

RETURN ON INVESTMENT (ROI) - RESPONSIBILITY ACCOUNTING


Return on investment menunjuk pada tingkat pengembalian investasi. ROI banyak digunakan oleh perusahaan untuk mengukur tingkat keuntungan minimal yang diharapkan. Pada umumnya ROI digunakan untuk pertimbangan pada saat perusahaan hendak memulai usaha atau mau mengembangkan usaha. Return On Investment ini dinyatakan dalam persentase.

Cara menghitung ROI menggunakan Rumus : 
a.   Jika laba yang diperoleh setiap tahun sama :
b.  Jika laba yang diperoleh tiap tahun berbeda setiap tahun :

Catatan : Yang dimaksud dengan Investasi rata-rata adalah  nilai investasi pada awal periode ditambah nilai investasi diakhir periode, dibagi dua.

Teknik perhitungan ROI yang lainnya adalah mengalihkan perputaran harta (assets turn over) dengan laba operasi (operating profit  margin atau earning before interest and tax). Perputaran harta adalah kemampuan manajemen mengopersikan harta (assets) perusahaan untuk memperoleh  pendapatan (sales revenue). Formula perhitungannya adalah sebagai berikut :
Sedangkan operating profit margin dapat dihitung sebagai berikut :
Maka ROI dapat dihitung sebagai berikut :

Perputaran Harta X Laba operasi atas Penjualan
atau
Assets Turnover X Operating Profit Margin

Jika ROI dihitung dari laba bersih atas penjualan, maka berdasarkan formula diatas, ROI dapat dihitung sebagai berikut.

Perputaran Harta x Laba Bersih  atas penjualan
atau
Assets Turnover x Net Profit Margin

Contoh Soal :
PT. Sang Pemimpi mempertimbangkan untuk membeli mesin X  harga Rp 4.000.000,- dengan nilai ekonomis 4 tahun tanpa nilai sisa dan pajak atas laba 20%. Jika manajamen menetapkan ROI sebesar 20% apakah akan diterima atau ditolak.

Keuntungan Perusahaan Sebelum Pajak :       
Tahun ke  1      : Rp.  1.125.000                                                      
Tahun ke  2     : RP.    875.000                                                       
Tahun ke  3     : Rp.     375.000                                             
TAhun ke  4    : Rp.     125.000

Jawab : 

a.      Jumlah laba akun setelah pajak :

Tahun 1 : 80% x Rp. 1.125.000 =   900.000
            2 : 80% x Rp.    875.000  =  700.000
            3 : 80% x Rp.    375.000  =  300.000
            4 : 80% x Rp.    125.000  =  100.000
                         
 
             Rp. 2.000.000


 b.      Jumlah Investasi rata-rata pertahun selama umur proyek

Tahun  1 : ( 4.000.000 + 3.000.000)/2  =  3.500.000
             2 : ( 3.000.000 + 2.000.000)/2  =  2.500.000
             3 : ( 2.000.000 + 1.000.000)/2  =   1.500.000
             4 : ( 1.000.000 + 0)/2                  =      500.000
                                    
 
                Rp. 8.000.000


 = 25 %   dan proyek ini diterima.



Catatan :
Proyek akan diterima jika ROI lebih besar dari  minimum  ROI yang ditentukan, jika proyek lebih kecil dari nilai ROI yang ditentukan maka proyek diterima. Jika ROI proyek sama dengan minimum ROI yang ditentukan maka proyek dianggap tidak rugi dan tidak menguntungkan (break event point).

Sumber :
Darsono Prawironegoro & Ari Purwanti. 2009. Akutansi Manajemen Edisi 3. Jakarta : Mitra Wacana Media.

6 komentar:

  1. Terimakasih, buat belajar contoh soalnya oke...

    BalasHapus
  2. Terimakasih, contoh soalnya oke buat belajar...

    BalasHapus
  3. Bukankah 2.000.000/8.000.000 x 100% = 0,25 ya? kok bisa jadi 25?

    BalasHapus
  4. Bukankah 2.000.000/8.000.000 x 100% = 0,25 ya? kok bisa jadi 25?

    BalasHapus
  5. Bukankah 2.000.000/8.000.000 x 100% = 0,25 ya? kok bisa jadi 25?

    BalasHapus
  6. iya 0,25 = 25% biasa ROI dalam bentuk persen

    BalasHapus